KONFERANCAB III IPNU IPPNU Jenggawah: Teguhkan Amanah Kader, Lahirkan Pemimpin Baru Masa Khidmat 2026–2028
Jenggawah – Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU Kecamatan Jenggawah sukses menyelenggarakan Konferensi Anak Cabang (KONFERANCAB) Ke-III pada Sabtu–Minggu, 17–18 Januari 2026, bertempat di Yayasan Ash Shobir, Jenggawah. Kegiatan ini mengusung tema “Aktualisasi Amanah dan Tanggung Jawab Kader dalam Menguatkan Peran Organisasi” sebagai refleksi komitmen kader dalam memperkuat eksistensi dan keberlanjutan organisasi.
KONFERANCAB III dilaksanakan selama dua hari. Pada hari Sabtu, rangkaian kegiatan diisi dengan Sidang Pleno, Sidang Komisi, serta penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Kepengurusan PAC IPNU IPPNU Jenggawah Masa Khidmat 2023–2025. Selain itu, forum juga melaksanakan sidang pemilihan Ketua PAC IPNU dan IPPNU Kecamatan Jenggawah Masa Khidmat 2026–2028.
Berdasarkan hasil sidang, forum menetapkan Rekan Moch. Rizky Saputra sebagai Ketua Mandataris PAC IPNU Kecamatan Jenggawah dan Rekanita Rahmatul Maghfiroh, S.Z. sebagai Ketua Mandataris PAC IPPNU Kecamatan Jenggawah Masa Khidmat 2026–2028.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan pada hari Ahad dengan acara penutupan yang berlangsung khidmat. Kegiatan seremonial tersebut dihadiri oleh Ketua MWCNU Kecamatan Jenggawah, Bapak Sucipto, M.Pd.I, Pembina-pembina PAC IPPNU Jenggawah, serta beberapa perwakilan PAC IPNU Ambulu dan Balung. Acara penutupan dirangkaikan dengan Serah Terima Jabatan (SERTIJAB) serta perkenalan Ketua Mandataris terpilih PAC IPNU IPPNU Kecamatan Jenggawah Masa Khidmat 2026–2028.
Selanjutnya, acara diisi dengan sambutan dari Ketua Demisioner IPNU, Ketua Terpilih IPPNU, Ibu Safitri selaku Pembina IPPNU, serta Ketua MWCNU Kecamatan Jenggawah. Dalam sambutannya, Ibu Safitri selaku Pembina PAC IPPNU Jenggawah menyampaikan pesan inspiratif kepada para pengurus dan kader. Ia mengajak pengurus untuk meneladani pohon kelapa, yang setiap bagiannya memiliki manfaat bagi kehidupan. “Pohon kelapa itu bermanfaat dari akar hingga daunnya. Akarnya bisa dimanfaatkan untuk dibakar atau dijadikan arang, sementara daun dan janurnya dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti lepet, ketupat, dan lainnya,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa pengurus organisasi hendaknya mampu memberi manfaat di setiap waktu dan tempat, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, khoirunnās anfa‘uhum linnās, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.
Rangkaian kegiatan penutupan kemudian ditutup dengan pembacaan Sholawat Mahallul Qiyam, sebagai bentuk penguatan spiritual dan doa bersama untuk keberkahan kepemimpinan yang baru.
